Kontribusi untuk Negeri

Kami memiliki sistem belajar kelompok tanpa struktur tapi terstruktur. Bingung? Begini, kala itu aku masih usia SD begitu juga beberapa tetangga yang juga merupakan teman sebayaku. Di antara kami ada seorang kakak yang pintar (unggul di bidang akademik). Secara otomatis beliau adalah guru bagi kami semua anak-anak sekitar rumah. Setiap sore, sehabis maghrib tanpa dikomando, tanpa dipaksa orang tua, kami berkumpul di rumahnya. Tujuan kami ada dua, pertama menonton tv bersama karena saat itu di kompleks kami hanya rumahnyalah yang sudah ada tv, itu pun masih hitam putih. Kedua, kami akan belajar menyelesaikan PR kami di sana. Bonusnya, jika sudah menyelesaikan PR kami akan bermain bersama. Begitulah belajar kelompok yang tidak terstruktur itu. Struktur yang tidak memaksa dan membuat belajar menjadi hal yang menyenangkan.

Suatu ketika, Mbak Rita yang selama ini mengajari kami harus melanjutkan sekolah di perguruan tinggi di luar kota. Alhasil, tampuk kepemimpinan dalam belajar kelompok diwariskan pada generasi selanjutnya. Setiap malam sehabis maghrib, secara otomatis, anak-anak datang ke rumahku untuk belajar. Begitu juga generasi selanjutnya, secara otomatis tanpa terstruktur akan ada yang melanjutkan kelompok belajar itu dengan sukarela.

Sistem belajar ini adalah perwujudan nyata gotong royong bagi kami. Semua itu berjalan secara sangkil dan mangkus (efektif dan efisien). Kegiatan ini juga meringankan tugas orangtua yang harus mengajari anaknya, memaksa anaknya belajar, bahkan orangtua tidak perlu memasukkan anaknya ke bimbel yang bagi kami sangat menguras kantong. Kami semua tidak ada yang ikut bimbel kecuali di sekolah.

Kami adalah generasi yang menjadikan pertemanan menjadi sebuah kerjasama dalam hal positif. Bahkan, kami bukan hanya teman melainkan sebuah keluarga. Bagaimana wujud gotong royong di generasimu? Mari kita bangun Indonesia dari diri sendiri dan hal-hal di sekitar kita. Banyak bicara saja belum tentu membawa perubahan bukan? Yuk, wujudkan aksi positif kita demi menjadi generasi yang inspiratif dan kreatif.

Komentar