Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Kontribusi untuk Negeri

Kami memiliki sistem belajar kelompok tanpa struktur tapi terstruktur. Bingung? Begini, kala itu aku masih usia SD begitu juga beberapa tetangga yang juga merupakan teman sebayaku. Di antara kami ada seorang kakak yang pintar (unggul di bidang akademik). Secara otomatis beliau adalah guru bagi kami semua anak-anak sekitar rumah. Setiap sore, sehabis maghrib tanpa dikomando, tanpa dipaksa orang tua, kami berkumpul di rumahnya. Tujuan kami ada dua, pertama menonton tv bersama karena saat itu di kompleks kami hanya rumahnyalah yang sudah ada tv, itu pun masih hitam putih. Kedua, kami akan belajar menyelesaikan PR kami di sana. Bonusnya, jika sudah menyelesaikan PR kami akan bermain bersama. Begitulah belajar kelompok yang tidak terstruktur itu. Struktur yang tidak memaksa dan membuat belajar menjadi hal yang menyenangkan. Suatu ketika, Mbak Rita yang selama ini mengajari kami harus melanjutkan sekolah di perguruan tinggi di luar kota. Alhasil, tampuk kepemimpinan dalam belajar kelomp...